Cara Mengonsumsi Garam Himalaya Agar Tidak Mengancam Kesehatan

  • Whatsapp

Garam himalaya atau disebut juga dengan himsalt dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Sehingga banyak yang menggunakannya untuk dijadikan larutan penyuplai elektrolit tubuh atau bahkan permen. Namun, jangan hanya terpaku pada dampak positifnya karena Anda harus mempertimbangkan juga dampak negatifnya. Agar lebih jelas, silakan simak penjelasan berikut.

Read More

Bahaya Mengonsumsi Garam Himalaya Berlebihan

1. Memicu darah tinggi

Masih tergolong sebagai garam, tentu saja garam himalaya memiliki kandungan sodium yang juga tinggi. Maka dari itu, apabila dikonsumsi dalam kadar yang berlebih akan menyebabkan darah tinggi. Dalam keadaan normal, tekanan darah hanya berkisar antara 120/80 mmHg sampai 130/85 mmHg. Namun, dalam kondisi bertekanan tinggi akan naik hingga 140/90 mmgH atau bahkan lebih tinggi lagi.

2. Gangguan pada ginjal dan jantung

Konsumsi garam himalaya yang berlebihan akan memaksa ginjal untuk mengeluarkan banyak urine. Karena bekerja dalam ‘paksaan’ yang kemungkinan dalam waktu lama, maka ginjal akan tertekan dan kerepotan. Salah satu dampak negatifnya terhadap organ lain adalah jantung yang juga harus bekerja lebih keras, dan memicu munculnya gangguan serius pada organ-organ vital tersebut.

3. Ancaman obesitas

Hati-hati dalam mengonsumsi garam himalaya walaupun diklaim banyak memiliki manfaat. Alih-alih Anda ingin memetik ‘manisnya’ malah akan mendapat ‘pahitnya’ akibat mengonsumsi dalam kadar lebih dari 1 gram per hari. Salah satu ancaman yang mengintai adalah kelebihan berat badan atau obesitas. Hal tersebut dapat terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa sekalipun.

Cara Mengonsumsi Garam Himalaya dengan Benar

Salah satu cara paling tepat mengonsumsi garam himalaya adalah dengan menjadikannya sebagai campuran minuman yang dikenal sebagai ‘sole water’. Cara membuatnya sangat mudah, sebagai berikut:

a) Ambil garam himalaya dan tuangkan ke dalam wadah yang tertutup hingga ¾ dari isi wadah tersebut;

b) Campurkan air hangat atau air dengan temperatur biasa ke dalam wadah tersebut hingga memenuhi wadah;

c) Kemudian, tutup wadah dan biarkan cairan tersebut selama 24 jam maksimal;

d) Setelah 24 jam lamanya, lihat apakah air sudah tercampur sempurna dengan garam namun garam himalaya masih utuh atau tidak. Kondisi tersebut menandai kesuksesan dalam membuat ‘sole water’;

e) Apabila air belum sepenuhnya tercampur dengan garam sedangkan garam himalaya hampir habis, maka tambahkan lagi kadar garamnya;

f) Lakukan hingga garam himalaya masih utuh walaupun air sudah tercampur dengan garam.

Lalu, bagaimana cara mengonsumsi ‘sole water’ tersebut? Anda cukup mengambil larutan sebanyak satu sendok makan kemudian campurkan ke dalam satu gelas air hangat atau biasa. Setelah itu, aduk-aduk hingga benar-benar tercampur.

Agar tidak menjadi ancaman bagi kesehatan, minumlah ‘sole water’ maksimal satu gelas saja per hari. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak semua boleh mengonsumsi larutan tersebut. Orang yang memiliki gangguan ginjal atau mengidap penyakit hipertensi tidak disarankan mengonsumsinya. Jadi, bijaklah dalam memanfaatkan garam himalaya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *