Gejala Umum Penyakit Hemofilia

  • Whatsapp

Tahukah kamu darah dalam tubuh bisa tidak dapat mengalami pembekuan? Saat terjadi luka darah akan mengalir terus menerus ke luar dari tubuh dan sangat sulit untuk dihentikan. Kondisi ini dinamakan dengan hemofilia. Menurut alodoc.com hemofilia adalah kondisi tubuh saat mengalami pnedarahan namun darahnyanya tidak kunjung berhenti. Normalnya darah akan membeku dan ditahan oleh sel darah putih. Namun bagi penderita hemofilia darah kekurangan kandungan protein sehingga menyebabkan darah sulit beku.

Cara kerja protein di dalam darah adalah dengan membentuk jaringan penahan di sekitar sel darah. Dinding penahan ini yang akan menyebabkan darah berhenti keluar dari tubuh yang luka. Akibat dari kekurangan jumlah protein, luka akan sukar untuk disembuhkan dan perlu waktu yang lama untuk proses penyembuhan.

Read More

Gejala hemofilia secara umum yang dapat diamati adalah pendarahan yang sulit untuk dihentikan saat terjadi luka,  tidak hanya luka pendarahan pada hidung (mimisan) juga susah untuk dihentikan. Luka yang diakibatkan oleh proses operasi. Kemungkinan darah akan membeku sekitar 5-50% sehingga akan memakan waktu yang lama dalam penyembuhannya.  Itu berlaku untuk hemofilia tingkat ringan.

Gejala lainnya bisa diamati dari pembagian hemofilia berdasarkan tingkatan peluang pembekuan darahnya hemofilia dapat dibagi menjadi tiga tingkatan yaitu :

  • Hemofilia ringan. Pederita dengan hemofilia ringan tingkat keberhasilan pembekuan darahnya berkisar antara 5-50%. Gejala umum yang dirasakan pada hemofilia jenis ini  berupa luka yang berkepajangan dan lama seperti luka pasca operasi.
  • Hemofilia sedang. Penderita dengan hemofilia jenis ini mempunyai kadar keberhasilan pembekuan darah berkisar antara 1-5% saja. Gejala yang dapat dirasakan oleh tubuh adalah terjadi pendarahan area persendian, kulit mudah mengalami memar, sering mengalami kesemutan dan nyeri pada lutut serta siku dan pergelangan kaki.
  • Hemofilia berat. Hemofilia ini dianggap berat ini berdasarkan tingkat keberhasilan darah dapat membeku yaitu sekitar tidak kurang dari 1%. Kondisi tubuh pengidap jenis hemofilia ini lebih rentan dan lemah. Gejala yang ditimbulkan berupa sering muntah, leher terasa kaku, sakit kepala berat, kelumpuhan pada seluruh otot wajah karena terjadi pendarahan di dalam otak. Karena itu penderita lebih mudah mengalami pendarahan bagian dalam tubuh. Untuk itu perlu diperhatikan dan diawasi dengan seksama.

Penderita hemofilia biasanya adalah pria. Penyakit ini merupakan penyakit bawaan yang diturunkan melalui mutasi gen yang berasal dari ayah, ibu atau kedua orang tua. Akibatnya terjadi perubahan DNA yang menyebabkan tubuh tidak tumbuh secara normal. Namun peerubahan DNA dapat terjadi secara spontan tanpa dipengaruhi oleh gen. Sehingga pria yang tidak mempunyai riwayat penyakit hemofilia pada keluarganya tetap beresiko mengidap kelainan ini.

Dari gejal-gejala umum hemofilia tersebut pengobatan yang dapat dilakukan adalah yang pertama melakukan kosnultasi dengan tenaga ahli untuk mengetahui tindakan apa yang dapat dilakukan dan tepat sesuai jenis hemfilia yang diderita. Langkah langka pengobatan yang dapat dilakukan menurut hellodoktersehat.com adalah

  1. Minum obat. Obat yang diberikan tergantung pada jenis hemofilia yang diderita. Dokter akan meresepkan partikel pembekuan darah palsu untuk menggantikan protein dalam membentuk dinding penahan agar darah tidak mudah keluar.
  2. Terapi fisik apabila terdapat sendir-sendi yang rusak akibat hemofilia. Para ahli mempunyai pendapat jika terapi gen yang dilakukan untuk mempebaiki DNA yang salah dapat mneyembuhkan tubuh penderita hemofilia. Dengan perubahan DNA tubuh diharapkan kembali menjadi normal dan protein bekerja sesuai fungsinya.

Tes yang perlu diikuti untuk menegtahui tubuh mengidap penyakit hemofilia adalah dengan cara pemeriksaan fisik dan tes darah, kemudian mencari tahu faktor mana yang menyebabkan darah menjadi sukar untuk membeku.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *