Perawatan Pasca Stroke untuk Meningkatkan Kemampuan Fisik Penderita

  • Whatsapp
Foto: Canva.com pro

Pecahnya pembuluh darah yang ada di otak bisa menyebabkan terjadinya masalah serius, seperti diantaranya adalah stroke. Penyakit yang tentunya sudah tidak asing di telinga Anda bukan. Kondisi kesehatan yang satu ini membuat penderitanya kerap kali mengalami penurunan fungsi otak, sehingga berdampak pada gangguan dalam berbicara, menelan, mengingat sampai dengan bergerak. Banyak penderita stroke yang mengalami kelumpuhan pada tubuh mereka, entah itu kelumpuhan sebagian ataupun juga di seluruh bagian tubuh. Sehingga membuatnya tidak bisa bergerak secara leluasa.

Setelah mendapatkan pertolongan secara medis, maka penting sekali untuk segera melakukan terapi pemulihan. Kira-kira waktu yang tepat untuk segera melakukan terapi adalah 28 hingga 48 jam setelah serangan tersebut. Asalkan kondisi penderitanya sudah stabil. Karena jika seandainya belum tentunya berbahaya, bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah yang lainnya atau kondisi yang lebih serius. Hanya saja jika setelah pengobatan pasien dibiarkan tanpa perawatan pasca stroke yang tepat juga bisa memicu kemunduran fungsi tubuh tersebut. Karena pastinya Anda sendiri juga tak ingin penderita mengalami kelumpuhan permanen bukan.

Read More

Berikut ini serangkaian perawatan atau terapi yang berguna untuk mengembalikan fungsi fisik dari pasien stroke ini, diantaranya adalah:

1. Pastikan untuk selalu mengganti posisi tidur pasien, juga posisi duduk mereka. hal ini membantu untuk memperbaiki postur tubuh dan juga keseimbangan, sehingga nantinya otot sendi tidak akan berubah menjadi kaku, melainkan lebih fleksibel sebagaimana sebelumnya.

2. Meminta pasien untuk bergerak-gerak di tempat tidur, setelah kondisinya sudah cukup baik atau stabil. Maka langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gerakan-gerakan kecil di atas tempat tidur maupun dengan pindah dari satu kursi ke kursi yang lainnya. Cobalah untuk mengulang-ulang posisi duduk dan juga berdiri.

3. Latihan menggerakkan tangan, cara selanjutnya yang dapat dilakukan adalah dengan latihan untuk menggerakkan tangan juga kaki, dengan atau tanpa bantuan alat. Umumnya hal tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi pasien. Untuk lebih amannya maka hal ini harus didampingi dengan seorang terapis atau dokter spesialis.

4. Peregangan, peregangan ini dapat dilakukan mulai dari area tangan, ternyata fungsinya sangatlah banyak. Bisa dilakukan 3 kali dalam sehari, mulailah dengan gerakan tangan yang berputar kemudian meregangkan otot secara lebih kencang ke bagian atau titik yang dirasa kurang nyaman.

5. Berdiri, berdiri melatih keseimbangan tubuh, pada pasien stroke biasanya berdiri tidak bisa dilakukan terlalu lama, karena akan mudah lelah, Anda dapat mencoba untuk menambah intensitas berdiri setiap hari, sampai nantinya dirasakan sudah cukup bagus maka coba menjaga keseimbangan dengan berdiri satu kaki saja.

6. Latihan untuk memegang atau menopang beban, Anda juga dapat melatih kemampuan otot tubuh, karena tak jarang serangan stroke ini membuat tangan menjadi lemah, bahkan untuk sekedar membawa beban ringan saja tak akan bisa. Mulailah dengan memegang benda yang ringan, semakin hari dapat ditambah bobot dari beban tersebut.

Itulah setidaknya serangkaian latihan untuk penderita stroke guna mengembalikan kemampuan fisik mereka seperti sedia kala. Dilakukan secara berkala didampingi oleh seorang terapis ataupun dokter. Perawatan pasca stroke ini membutuhkan waktu yang panjang untuk mengembalikan kemampuan penderita. Biasanya hal tersebut bergantung dari segi usia juga. Karena semakin tua akan sulit untuk menyembuhkan seperti sedia kala. Berbeda dengan penderita stroke yang masih muda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *